Skip to main content

Hari pertama, padat dan berbeda

Berdasarkan informasi dari guru pamong pada hari sebelumnya beliau menyampaikan bahwa di SMPI Al Azhar 11 Serang ini memiliki pembagian kelas yang khusus dan berbeda dari pembagian kelas pada sekolah-sekolah se-Serang pada umumnya. Saya mendapatkan jadwal mengajar di kelas 8 dimana Kelas dibagi menjadi 2: kelas bilingual dan kelas berbakat. Kedua kelas ini memiliki karakteristik yang berbeda dan juga beragam. Jadi, wajar saja jika guru disana kadang terlihat lembut dan kasar pada berbeda kelas antara satu dan lainnya.

Hari pertama ini dijadwalkan ditingkat yang sama naum berbeda, kelas bilingual di jam pertmama sampai kedua dan kelas berbakan pada jam kelima dan keenam.

Pagi itu cuaca mendung dan gerimis, maka upacara pada hari itu terpaksa dibubarkan oleh kepala sekolah. Setelah itu saya bertemu guru pamong, sambil menunggu jam pelajaran tiba, saya dan beliau berbagi pengalaman dan menjelaskan tentang program belajar dan mengajar di sekolah tersebut.

Jam pertama pun tiba, dengan arahan beliau saya diantar ke kelas yang akan saya ajar. Pada hari itu saya mengajar dengan materi teks narasi/narrative text. Saya disambut dengan antusias juga bisa dibilang meriah oleh para siswa ketika itu. Mereka antusias untuk bertanya dan mengikuti instruksi yang saya berikan.

Kelas berjalan dengan lancer nan mulus, diramaikan oleh siswa semua yang bertanya dan berani menjawab beberapa soal yang saya berikan, alhasil mereka bisa dijawab dengan baik. Bisa ditetapkan bahwa mereka mengerti dan memahami pelajaran yang saya berikan.
Tanpa terasa waktu pelajaran telah berakhir, lalu saya berpamitan dan akan ketemu lagi di hari selaanjutnya.

Pada jam istirahat saya menemui beliau untuk melaporkan kegiatan belajar dan mengajar yang saya lakukan. Lalu karna waktu ke jam selanjutnya yang cukup lama saya izin untuk pergi ke masjid untuk sholat dhua dan istirahat sambil mempersiapkan pengajaran di kelas berbakat.

Bel berbunyi tanda pergantian pelajaran telah tiba, pada saat itu saya sudah standby di depan kelas untuk menunggu guru pamong yang kebetulan masih dikantor untuk mengurus sesuatu. Tak lama waktu berselang beliau datang dan masuk ke kelas berbakat diikuti saya dibelakangnya yang berdiri di sisi kanan kelas. Setelah itu beliau memberikan pilihan kepada saya untuk mengaja di ruangan yang berbeda. Karna saya mengerti bahwa kenyamanan siswa adalah salah satu faktor mereka ingin belajar, belum lagi mereka yang dikelas berbakat notabennya mempunyai sedikit motivasi dalam belajar, bahasa Inggris khususnya, maka saya tanyakan langsung kepada siswa. Mereka bersepakat untuk belajar di ruang Ava yang bisa disebut dengan ruangan multimedia dengan beberapa syarat yang sudah disepakati bersama seperti: tidak mengantuk, harus tetap semangat memperhatikan, saling mengingatkan dan membantu jika ada temannya yang belum memahami materi.

Di kelas yang berbeda ini, siswa lebih antusias dibandingkan kelas sebelah (kelas 8 billingual). Namun pemahaman materi yang kurang tanggap membuat saya untuk terus mengulan satu persatu materi yang telah disampaikan. Memang terlihat mengerti dan mereka menjawab dengan benar. Namun belum selesai dari kelas sebagian dari mereka lupa dari materi yang telah di berikan. Cukup menguras tenaga mengajar di kelas berbakat, namun antusias mereka menjadi semngat tersendiri untuk terus berusaha memahamkan mereka dengan materi yang telah saya persiapkan.


Hari pertama dengan segala semangat yang membara selesai. 

Comments

Popular posts from this blog

Dirindukan dan diidolakan

Selang 1 hari mengikuti jadwal pelajaran yang sudah diberikan saya kembali ke sekolah, tanpa diduga-duga ternyata semakin banyak siswa dan guru yang mengenal, padahal tidak pernah berinteraksi langusung dengan mereka kecuali dengan guru pamong dan murid-murid di kelas, sisanya hanya tegur sapa saja saat berpapasan di jalan atau perpustakaan. Ketika saya menunggu di ruang TU, hampir setiap siswa yang melintas menyapa dengan menebut nama. Guru-guru dengan ramahnya membalas salam dan sapaan saya ketika bertemu. Waktu jam belajaran belum tiba, beberapa siswa menghampiri meminta agar segera memasuki kelas, padahal waktu istirahat belum saja selesai dan masih terhitung lama sebelum jam pelajaran tiba. Dihari kedua dikelas bilingual, kali ini mereka sudah rapih dan siap untuk belajar. berbeda dengan hari pertama dengan kelas yang tidak tertata dan beberapa masih berada di luar kelas. “Kak, sudah kami tunggu dari tadi, tepat waktu sekali.” ka ta salah seorang murid menyeru. ...

Properties of Language

Every creatures have their own way to communicate. Human has the communicating suspect others creatures don’t. It is reflexivity, the way how can human reflect their language. Without this, human would not be able to identify any of the other distinct properties of language.   (Yule) Human communication, namely, human language, has unique traits which establish the huge contrast between our system of communication and systems of communication among animals. It sets the human system aside is precisely unique properties. (M. P. Ossa) By those two explanation about the properties of language, we could know that every creatures have language; Human and animal. In other word, those two creature have their on way to communicating, there are some communication differences between human and animals that we are able to consider about. There are: Displacement, arbitrariness, productivity, cultural transmission, and duality. 1.     Displacement Based on Yule, this...